Mempercepat Koneksi Internet dengan Squid di Windows

Squid merupakan salah satu tools proxy server yang sering digunakan untuk mempercepat koneksi internet yang lamban. Kenapa dengan squid bisa mempercepat koneksi internet karena salah satu keandalan yang bisa digunakan dengan squid adalah dengan menyimpan cache dari website yang telah kita buka di mesin server kita sendiri. Ini sangat berguna untuk alamat website yang sering kita akses. Setidaknya ini akan sangat berguna untuk siapa saja yang koneksi internetnya belum cepat.

Mungkin kita sering dengar penggunaan Squid di operating system linux ataupun turunannya. Untuk kesempatan kali ini saya ingin menulis install squid di windows. untuk yang saya pakai saya menggunakan windows 7 ultimate.

1. Download squid di SINI. Download untuk versi windows.
2. Ekstrak hasil download dan pindahkan ke direktori C:\
3. Buka lewat windows explorer dan masuk ke folder C:\squid\etc\
4. Anda akan melihat beberapa file yaitu cachemgr.conf.default,mime.conf.default,squid.conf.default,squid_radius_auth.conf.default
5. Rename file-file tersebut dengan menghilangkan .defaultnya. Mungkin ada baiknya file-file tersebut dibackup dulu biar misal ada kesalahan dalam konfigurasi kita bisa mengembalikan ke awal lagi.

6. Setelah sudah direname buka file squid.conf dengan editor kesayangan masing-masing boleh notepad , notepad++, atau editor yang lain.

7. Squid.conf merupakan file konfigurasi squid yang mana isi dari file inilah yang digunakan sebagai acuan jalannya squid proxy nantinya.

8. Dalam file squid.conf anda akan menjumpai beberapa parameter dan penjelesan dari masing-masing parameter. dibawah ini beberapa parameter yang akan diedit :
a. TAG: http_port
Port ini akan digunakan oleh squid. Port defaultnya adalah 3128. tapi kita bisa ubah sesuai keinginan. Kamu masukin http_port 3128 di bawah tulisan # Squid normally listens to port 3128. Ex:
# TAG: http_port
# Usage: port [options]
# hostname:port [options]
# 1.2.3.4:port [options]
#
…………………………..
#
# Squid normally listens to port 3128
http_port 8080

b. TAG: visible_hostname
Digunakan untuk menampilkan nama yang digunakan ketika terjadi pesan kesalahan. Tambahkan tulisan visible_hostname di bawah tulisan none, seperti di bawah ini.
# TAG: visible_hostname
# If you want to present a special hostname in error messages, etc,
# define this. Otherwise, the return value of gethostname()
# will be used. If you have multiple caches in a cluster and
# get errors about IP-forwarding you must set them to have individual
# names with this setting.
#
#Default:
# none
visible_hostname server

c. acl (access control list)
misalnya bwat acl untuk untuk jaringan local anda
ex : acl lan src 192.168.0.0/24
d. Tag: http_access
Menambahkan http_access allow localhost, dimaksudkan untuk membuat agar komputer server proxy dapat mengakses proxy yang dipasang pada dirinya. Tambahkan di bawah localnet.# TAG: http_access
# Allowing or Denying access based on defined access lists
#
# Accessi to the HTTP port:
# http_access allow|deny [!]aclname …
#
# NOTE on default values:
#
# If there are no “access” lines present, the default is to deny
# the request.
#
# If none of the “access” lines cause a match, the default is the
# opposite of the last line in the list. If the last line was
# deny, the default is allow. Conversely, if the last line
# is allow, the default will be deny. For these reasons, it is a
# good idea to have an “deny all” or “allow all” entry at the end
# of your access lists to avoid potential confusion.
#
#Default:
# http_access deny all
#
#Recommended minimum configuration:
#
…………………………………………..
# Example rule allowing access from your local networks.
# Adapt localnet in the ACL section to list your (internal) IP networks
# from where browsing should be allowed
http_access allow localnet
http_access allow localhost
http_access allow lan
e. TAG: dns_nameservers
Untuk mencari tau berapa DNS kita di windows, gunakan command ipconfig /all pada command prompt. Kemudian cari DNS servernya. Kemudian masukkan DNS server yang didapat dari command tadi dengan format dns_nameserver [primary] [secondary]# TAG: dns_nameservers
# Use this if you want to specify a list of DNS name servers
# (IP addresses) to use instead of those given in your
# /etc/resolv.conf file.
# On Windows platforms, if no value is specified here or in
# the /etc/resolv.conf file, the list of DNS name servers are
# taken from the Windows registry, both static and dynamic DHCP
# configurations are supported.
#
# Example: dns_nameservers 10.0.0.1 192.172.0.4
#
#Default:
# none
dns_nameservers 202.155.0.10 202.155.0.15
f. Tag: cache_mem
Digunakan untuk menentukan besarnya cache memory yang akan digunakan oleh squid untuk melakukan caching object. Sebaiknya nilainya 1/3 dari total keseluruhan RAM. Dan ukuran ini akan digunakan oleh squid sebagai batas maksimal penggunaan memory.# TAG: cache_mem (bytes)
#
……………………………………
# If circumstances require, this limit will be exceeded.
# Specifically, if your incoming request rate requires more than
# ‘cache_mem’ of memory to hold in-transit objects, Squid will
# exceed this limit to satisfy the new requests. When the load
# decreases, blocks will be freed until the high-water mark is
# reached. Thereafter, blocks will be used to store hot
# objects.
#
#Default:
# cache_mem 8 MB
cache_mem 64 MB
g. Tag: maximum_object_size_in_memory
Menentukan besar maksimal object yang akan di-caching pada memory. Object yang lebih besar dari nilainya tidak akan dicache oleh squid.# TAG: maximum_object_size_in_memory (bytes)
# Objects greater than this size will not be attempted to kept in
# the memory cache. This should be set high enough to keep objects
# accessed frequently in memory to improve performance whilst low
# enough to keep larger objects from hoarding cache_mem.
#
#Default:
# maximum_object_size_in_memory 8 KB
maximum_object_size_in_memory 1024 KB
h. Tag: maximum_object_size
Menentukan besarnya object yang akan disimpan di harddisk.# TAG: maximum_object_size (bytes)
# Objects larger than this size will NOT be saved on disk. The
# value is specified in kilobytes, and the default is 4MB. If
# you wish to get a high BYTES hit ratio, you should probably
# increase this (one 32 MB object hit counts for 3200 10KB
# hits). If you wish to increase speed more than your want to
# save bandwidth you should leave this low.
#
# NOTE: if using the LFUDA replacement policy you should increase
# this value to maximize the byte hit rate improvement of LFUDA!
# See replacement_policy below for a discussion of this policy.
#
#Default:
# maximum_object_size 4096 KB
maximum_object_size 4096 KB
i. Tag: minimum_object_size
Digunakan untuk menentukan besarnya file minimum yang akan disimpan di dalam harddisk.# TAG: minimum_object_size (bytes)
# Objects smaller than this size will NOT be saved on disk. The
# value is specified in kilobytes, and the default is 0 KB, which
# means there is no minimum.
#
#Default:
# minimum_object_size 0 KB
minimum_object_size 0 KB
j. Buka “Command Prompt”, kemudian masuk ke directory “squid” tadi melalui “Command Prompt”. Contohnya adalah dengan mengetik “cd C:\squid\sbin\”
k. Setelah masuk ke dalam direktori sbin, ketikkan perintah “squid -z”. Perintah ini digunakan untuk membuat direktori cache_dir.
l. Kemudian ketik “squid -d l -D“, setelah itu tekan ctrl+c.
m. Setelah itu mendaftarkan squid ke registry windows dengan jalan ketik “squid i”
n. Kemudian yang terakhir ketik “squid -O -D
o. Kamu bisa menjalankan squid dengan cara ketik services.msc di start menu -> run.

sumber : leonaras.wodpress.com

About 3wahyua

Islam is my way

Posted on May 12, 2011, in Computer. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: