Monthly Archives: November 2009

cara remote komputer dengan ssh

Sebelum ke aplikasi kita harus tahu apa itu sih SSH!!!kata orang takkenal maka taksayang…So….

SSH adalah protokol jaringan yang memungkinkan proses pertukaran data antara dua perangkat jaringan, bisa dilewatkan dalam satu jalur yang aman. SSH umumnya digunakan di linux atau os unix lainnya untuk bisa mengakses akun shell di komputer remote.

SSH adalah pengganti telnet dan aplikasi remote shell lainnya. Kelemahan telnet adalah dalam proses pertukaran datanya tidak menggunakan jalur yang aman. Misalnya password dikirim dalam format text biasa, sehingga memungkinkan pihak ketiga untuk mencuri data ditengah-tengan komunikasi itu (melakukan proses intercept). Sedangkan proses pengiriman data melalui ssh, dijamin lebih aman karena data yang dilewatkan ke jaringan sudah dienkripsi, sehingga bisa memberikan jaminan keamanan ataupun jaminan integritas data.Penjelasan ini saya baca dari http://ngadimin.com

Langsung ke aplikasinya ya…dah ngantuk nih..

1. install ssh server anda…ni saya coba di Ubuntu 9.04 dengan.

apt-get install ssh

2. biasanya setelah diinstall, ssh akan secara otomatis aktif. klu belum untuk mengaktifkannya untuk ubuntu 9.04
/etc/init.d/ssh start atau service ssh start
3. jika udah berarti komputer anda bisa diremote…
4. untuk melakukan remote dari komputer lain harus ada koneksi dengan komputer yang akan diremote.
5. Sung saja untuk melakukan remote ketikkan perintah berikut pada console anda :
ssh [username]@[ip] ()

untuk username isikan username komputer yang ingin diremote beserta ipnya..
6..kemudian ketikkan yes jika ingin melanjutkan..
7. masukkan password dari komputer yang ingin diremote…dan jika berhasil masuk ke console komputer remote berarti anda telah berhasill..selamat..selamat….

Bagaimana jika anda ingin mengopi file yang berada pada komputer remote. anda bisa menggunakan program yang namanya scp..
untuk menggunakannya anda dapat mengetikkan :
scp [namafile] [username]@ip:~/

username dan ip merupakan punya komputer peremote..dah ah ngantukk…..semoga bermanfaat untuk yang membacanya…

Mengembalikan BootLoader ubuntu

Mungkin postingan ini udah basi dan banyak sekali di internet.. ni saya tulis buat dokumentasi sendiri saja..karena saya dah sering mengembalikan bootloader ubuntu yang hilang tapi sering kelupaan dan harus buka blog orang lain.. mungkin saja da yang nyasar ke blog ini untuk mengembalikan bootloader ubuntu yang hilang..Langsung saja Langkah-langkah untuk mengembalikan bootloader ubuntu sangatlah mudah :

1. Persiapkan CD Instaler Ubuntu…

2. Lakukan boot pada Cd anda..jangan lupa mengatur first boot PC anda pada CD/DVD

3.  Masuk ke Live CD ubuntu..biasanya pilihannya da di pilihan paling atas…kemudian Enter..Anda akan masuk ke live CD ubuntu anda

4. Masuklah ke terminal ubuntu anda

5. Kemudian ketikkan pada console anda >>>  sudo grub. kemudian anda akan masuk ke dalam konfigurasi grub.

6. Berikutnya mencari dimana letak penginstallan GRUB berada
grub> find /boot/grub/stage1
misalkan didapatkan hasil (hd0,3), ini adalah informasi yang akan kita gunakan untuk mensetup pada tahap selanjutnya
7. Selanjutnya, masuk ke GRUB yang ada di (hd0,3)
grub> root (hd0,3)
8. Beikutnya kita mensetup grub yang ada di (hd0,3)
grub> setup (hd0)
proses akan berjalan, jika ada kesalahan dalam konfigurasi akan ditampilkan dilayar untuk diperbaiki
9. Jika proses installasi sudah selesai, keluar dari shell GRUB
grub> quit
Berikutnya restart komputer untuk mengetahui … dan EngIngEng……bootloader ubuntu anda kembali..InsyaAllah…

 

Read the rest of this entry

Sejarah FREEBSD

Sejarah FreeBSD

FreeBSD adalah suatu sistem operasi yang bekerja layaknya UNIX tetapi bukan turunan dari UNIX. Pertama kali dikembangkan oleh Berkeley Software Distribution pada tahun 1993.

Operating system ini dijuluki FreebSD karena software ini gratis untuk digunakan oleh siapapun termasuk untuk kepentingan komersial, source code yang tersedia dengan gratis, siapapun dapat meningkatkan performa FreeBSD ini atau menemukan bug untuk mensubmit source codenya, kata “free” dapat diartikan sebagai gratis, atau dapat digunakan sesuai keinginan user.

1. Sejarah FreeBsd

Sejarah munculnya FreeBSD berawal dari pengembangan system Operasi Unix yang dirancang oleh Ken Thompson dan Dennis Ritchie, peneliti dari AT&T Bell Laboratories. Selama pertengahan tahun 70an, Ken Thompson memperkenalkan UNIX ke University of California di Berkeley. Dan ketika University of California at Berkeley menerima source code ini (membeli dengan harga $400), co-creator Unix, Ken Thompson, tengah berkunjung ke salah satu fakultas. Melalui bantuannya yang konsisten, para periset dan mahasiswa, terutama Bill Joy (salah satu pendiri Sun Microsystem), berusaha mengembangkan source code Unix tersebut dan melahirkan apa yang disebut The Berkeley Software Distribution (BSD).

Dengan dukungan pendanaan dari DARPA (departemen pertahanan Amerika), Berkeley Computer System Research Group (CSRG) selanjutnya menjadi bagian penting dalam pengembangan Unix disamping Bell Labs. Bersamaan dengan Unix System V AT&T sendiri, BSD tumbuh menjadi salah satu dari dua flavor Unix mayor pada saat itu.

Faktanya, sistem Unix BSD berkembang lebih inovatif dari Unix System V. Ia lebih digemari oleh kalangan akademik dan institusi-institusi riset daripada perusahaan komersial.

Seiring bergulirnya waktu, Unix BSD sangat mempengaruhi perkembangan sistem-sistem Unix yang ada saat ini. Berbagai utiliti dasar Unix, seperti C-shell, vi, TCP/IP, dan virtual memory, dibuat pertama kali pada rilis Unix BSD. Sun Microsystem SunOS termasuk turunan dari 4.2BSD, sedangkan Unix System V ditulis-ulang dalam rilis ke-empatnya (SVR4) untuk menyesuaikan diri dengan fitur-fitur BSD. Dengan demikian, langsung maupun tidak langsung, unix BSD memberikan kontribusi yang besar terhadap perkembangan Unix dewasa ini.

Versi modern BSD adalah 4.4BSD yang dirilis pada tahun 1993. Kebanyakan sistem-sistem BSD saat ini berstandarkan 4.4BSD-Lite. Di antara sekian banyak flavor Unix BSD terdapat tiga sistem freeware yang populer digunakan dan salah satunya adalah FreeBsd yang akan dijelaskan dalam pelatihan ini. Varian BSD yang lainnya adalah NetBSD dan OpenBsd.

Pengembangan FreeBSD melibatkan banyak sekali pihak. Biasanya mereka adalah programmer individu berkemampuan tinggi yang dikenal sebagai commiters. Commiters dipilih oleh FreeBSD Core Team. Sekitar tahun 1992 dan 1993, Jordan K. Hubbard, Rod Grimes, dan Nate Williams bekerja pada proyek 386BSD dan merilis set perubahan-perubahan yang dikenal dengan “Unofficial 386BSD Patchkit.”

Perawatan patchkit dirasa menemui jalan buntu sehingga suatu mekanisme baru dibutuhkan. Ketiga author akhirnya memulai proyek baru yang dinamakan “386BSD 0.5″, didalamnya termuat berbagai utiliti perbaikan (fixes) dan fungsi-fungsi lainnya sebagaimana layaknya sebuah sistem operasi riil. Sayangnya tak lama kemudian proyek tersebut terhenti.

David Greenman, yang kemudian bekerja pada Walnut Creek, selanjutnya mengusulkan sistem operasi baru berbasiskan kepada patchkit yang telah ada dengan nama FreeBSD.

Segera setelah itu, Hubbard dikontrak Walnut Creek untuk mempersiapkan channel distribusi CDROM. Walnut Creek memberikan dukungan dengan menawarkan server dan hardware ber-bandwidth tinggi untuk mengembangkannya. CDROM pertama dari FreeBSD adalah versi 1.0, dirilis pada bulan Desember 1993.

FreeBSD 2.0 dirilis bulan November 1994. Selanjutnya sebagai upgrade dan peningkatan dilakukan secara berkesinambungan dan signifikan. Dewasa ini FreeBSD telah melahirkan rilis-rilis yang sangat stabil dan luas digunakan oleh masyarakat dunia. Yahoo!, direktori internet terbesar saat ini, mempercayakan jutaan halamannya untuk dilayani oleh sistem FreeBSD, begitu pula organisasi dan vendor-vendor besar lainnya.

Berdasarkan penuturan Hubbard, sasaran utama FreeBSD Project adalah memberikan software yang dapat digunakan untuk beragam tujuan.

Barangkali apa yang menarik dari FreeBSD adalah sisi teknisnya yang simpel. Diakui bahwa program instalasi FreeBSD termasuk dalam tool instalasi Unix yang paling sederhana di antara yang lainnya. Di samping itu, sistem software third-party yang datang bersamanya (Port Collections) telah diadopsi NetBSD dan OpenBSD. Fitur tersebut memberikan kemudahan yang berarti bagi para user untuk menambah atau menghapus aplikasi-aplikasi sebagaimana yang mereka kehendaki. Para user cukup mengeksekusi satu baris perintah dan aplikasi-aplikasi dengan sendirinya di-download, dicek integritasnya, di-build, dan diinstall secara otomatis. Tugas-tugas administrasi sistem menjadi sangat praktis dan mudah.

Model pengembangan FreeBSD nyaris serupa dengan NetBSD maupun OpenBSD, tetapi memiliki perbedaan yang signifikan dengan development Linux. Model pengembangan FreeBSD dikelola secara profesional oleh ratusan programmer individual yang dipanggil dengan Committers. Commiters berwenang melakukan perubahan-perubahan yang dibutuhkan terhadap source official FreeBSD kapan pun juga. Penyeleksian tim Commiters diputuskan oleh FreeBSD Core Team, yang merupakan papan direksi FreeBSD.

Model pengembangan FreeBSD diarahkan untuk menciptakan produk yang stabil dan mudah digunakan. Sebagai salah satu sistem Unix yang reliabel untuk platform x86, FreeBSD harus menjaga kompatibilitas program-program sebaik mungkin di antara sistem. memiliki wewenang langsung untuk melakukan perubahan-perubahan pada system.

GENIA FESTIVAL

GENIA FESTIVAL

apa sih genis Festival????????Genis Festival adalah suatu acara yang diadakan oleh mahasiswa-mahasiswi teknik Informatika Institut Teknologi Telkom yang bertujuan untuk mengembangkan bakat dan minat anak2 informatika tapi dengan kemasan hiburan. Jadi dalam genia ini terdapat beberapa rangkaian acara yang disusun oleh panitia Genia.. dan Salah satunya adalah pemecahan rekor muri untuk postingan terbanyak dengan wireless. dan disini saya ikut dalam acara tersebut untuk menyukseskan acara yang telah dibangun oleh teman2 panitia dengan usaha keras…Thanks untuk semua panitia yang telah ngadain acara ini…

Klu untuk lebih tahu tentang acara Genia itu apa saja teman-teman dapat membuka website GENIA FESTIVAL…
so klu teman2 baca acara-acara yang di create oleh teman2 panitia…mungkin acara-acara yang ada menarik untuk diikuti…

Dalam acara pemecahan rekor muri ini terjadi banyak sekali banyak kendala dari listrik mati, AP mati, dan tidak bisa konek ke hotspot. Mungkin kendala ini bisa dijadikan pelajaran untuk pelaksanaaan acara yang selanjutnya. tapi salut untuk semua panitia genia yang bekerja keras agar pemcahan rekor muri ini gratis. Ndak mau juga acara yg dah direncanain dari beberapa bulan/minggu gagal begitu saja…….saya sebagai peserta pemecahan rekor muri hanya bisa berdoa semoga acara ini lancar. amin………Ganbate.
sukses untuk acara genia yang selanjutnya…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.